Selasa, 17 Februari 2015

Cerita Pendek 'Handphone Disita, Kami Tak Ingin Tinggal Diam'

Cerpen 'Handphone Disita, Kami Tak Ingin Tinggal Diam' - Masih diambil dari kisah nyata, cerpen ini dibuat sesuai dengan keadaan yang saya alami saat ini. Cerpen ini menceritakan keadaan HP saya yang dirampas oleh wali kelas. Oke langsung saja ke cerpennya.


Garskin Handphone
Garskin Handphone "Kangen Band"

Waktu itu hari sabtu tanggal 14 Februari 2015. Di sekolah saya ada acara Sholat Malam yang dilaksanakan pada malam hari di masjid sekolah. Jadi setelah pulang sekolah, semua siswa akan disuruh datang ke sekolah lagi dan berkumpul di sekolah pada sekitar jam 5 sore.

Saat ini ceritanya saya sudah pulang sekolah, saya menyiapkan perlengkapan untuk menginap di sekolah nanti. Saya membawa baju ganti, sarung, dan tentunya tak lupa membawa HP sebagai alat komunikasi dan hiburan tentunya. Setelah semuanya siap saya pun bersiap-siap untuk berangkat. Memakai jaket kulit, masker, dan sarung tangan. Setelah itu saya berangkat sambil menaiki motor Supra X Mbrebet yang saya miliki.

Sesampai disana, ternyata disuruh menggunakan baju hem atau busana muslim, sedangkan saya hanya menggunakan kaos oblong dan sialnya saya tidak membawa busana muslim pada waktu itu. Barusan dateng aja udah sial -_-. Akhirnya dengan memberanikan diri saya tetap menggunakan kaos di sepanjang acara.

Acara berjalan seperti halnya yang telah diperkirakan. Sholat maghrib, tadarus, sholat isya, makan malam dan materi, semua berjalan dengan lancar hingga akhirnya tiba lah waktu untuk tidur. Sebelum tidur saya sempat mengecek HP saya, kali aja ada SMS atau BBM. Ternyata memang benar, ada SMS dari adik saya (bukan adik beneran, cuma teman tapi dia menganggap saya kakak dan begitu pula sebaliknya) namanya Dea Novita biasa dipanggil denov, nih kalo mau tau orangnya, stalkerin aja Instagramnya http://instagram.com/deanovitaa_/.

Malam itu jam 09.00 dan karena saya belum ngantuk, saya SMS-an sama dia. Hanya beberapa menit sms an dan belum menemukan topik untuk dibahas, tibalah wali kelas saya ke kamar tempat saya tidur, awalnya sih dia cuma nyuruh teman-teman saya untuk tidur, namun ternyata dia melihat HP saya dan dia mendatangi saya sambil meminta HP yang saya pegang ini. Tak hanya saya, teman saya pun juga ikut diambil HPnya, namanya adalah Daffa Fauzanrio biasa dipanggil rio, kebetulan dia tidur disamping saya mangkannya wali kelas saya merampas HP dia juga, nah kan posisinya tepat di pinggir saya, ya udah pasti ketahuan juga.

Dirampas sih biasa aja, yang saya takutkan adalah di otak atik dan dilihatin semua data pribadi saya, kan itu privasi. Sialnya lagi, HPnya tidak saya beri password/kata kunci, jadi siapapun bisa melihat isi HP saya. Takutnya nanti SMS saya dengan adik saya dibaca, ya meskipun gak ada apa-apa tapi kan ga enak juga.

Flashback dulu. Sebenernya tadi siang waktu sekolah, saya sempet sms-an sama adik saya untuk ketemuan sepulang sekolah. Karena semalam saya meminta bantuan dia untuk menyelesaikan tugas bahasa indonesia yang berupa membuat karya ilmiah (makalah). Berjam-jam kita mengerjakannya, dan akhirnya tetap tidak selesai juga, hehehe. Yaudah, akhirnya saya meminjam buku Bahasa Indonesianya dan berniat untuk melanjutkan tugas itu dirumah, kebetulan baterai laptop saya juga sudah habis.

Lanjut lagi ke cerita sebenarnya. Malam ini, teman-teman rame dan saya tidak bisa tidur. Meskipun mata ini sudah saya paksa untuk merem tapi tetap saja tidak bisa. waktu demi waktu terus berlalu hingga akhirnya tiba pukul 01.00 malam. Suasana semakin sepi, sebagian anak sudah tertidur namun tak sedikit yang tak bisa tidur, hingga akhirnya ada teman saya namanya Aslam. Dia tiba tiba berbicara cukup keras "He rek, iku seng begadang nang pojokan gelem brownies ta?" (artinya: "Hei kawan, itu yang begadang di pojokan mau kue brownies ta?"). Setelah kata itu terucap... Gila!!! yang tadinya tidur langsung bangun semua dan lari (termasuk saya) mendatangi kue browniesnya. Ternyata banyak juga yang gak bisa tidur.

Setelah kejadian itu, kami semua (golongan anak yang tidak bisa tidur) memutuskan untuk begadang. Ada yang keluar masuk kelas (yang lewat jendela juga ada), ada yang makan snack, ada juga yang mengerjai anak yang sedang tidur. Malam ini terasa menyenangkan, tapi rasa gelisah juga menghantui saya karena HP itu tidak ber-password.

Hingga akhirnya tiba pukul 02.30 dan sholat tahajud dilaksanakan sebentar lagi, parahnya lagi saya belum tidur. Langsung saat itu juga saya boro-boro tidur. Hanya sempat merasakan merem sebentar, tibalah waktunya untuk bangun. Sial! masih ngantuk -_-.

Langsung saja saya ambil air wudlu dan membasuh muka sebanyak-banyaknya agar tidak ngantuk, tapi itu percuma saja, pada waktu sholat rasanya tubuh ini tidur sambil berdiri saking ngantuknya. Sholat tahajud terlaksana dengan lancar dan dilanjutkan sholat subuh.

Flashback lagi. Saya sempat ingat yang dikatakan waktu materi tadi bahwa "Orang yang berdo'a setelah melakukan sholat malam (qiyamul lail) maka kemungkinan besar do'anya akan dikabulkan oleh Allaw SWT". Maka dari itu setelah melakukan sholat tahajud, saya berdo'a supaya HP saya cepat dikembalikan dan semoga isinya tidak diotak-atik.

Setelah sholat subuh, sekaranglah waktunya pulang. Sebelum pulang saya dan teman saya Rio mencoba untuk mengambil HP kami yang tadi dirampas oleh Bu Maria wali kelas saya. Sesampai di kantor, ternyata banyak anak yang mengambil HP. Saya coba cari HP saya, kok gak ada?? yang lain ada tapi HP kami berdua tidak ada. Disinilah awal mula percakapan yang membuat suasana hati menjadi kurang enak. Kurang lebih seperti ini (maaf kalo ada kesalahan).

Rio : "Bu HP saya mana?"
Bu Maria : "Lho mana lho tadi?"
Bu Maria : "Oo yang dirampas tadi, ya gak saya balikin. Ngapain tadi gak dititipin, yang lain pada dititipin, kamu nggak"
Saya : "Lho kan saya gak tau bu kalo dititipin"
Bu Maria "Yaudah salah kamu sendiri, yang lain pada berbondong-bondong nitipin HP, kalian malah nggak"

Seketika itu juga kami berdua keluar dengan rasa jengkel. Dan saya sempat berpikir kalau tadi ternyata anak-anak pada ngumpulin HPnya. Soalnya kemarin beberapa waktu setelah saya tiba di sekolah, ketua kelas saya Daffa Naufal memberi tahukan kepada semua siswa yang ada di kelas "Disini ada yang bawa HP?" teriaknya. Yang saya pikirkan saat itu paling HPnya dititipin biar gak hilang, gitu aja. Ternyata gak taunya kalau yang gak dititipin malah dirampas. Berapa kali sih saya sial? :/

Setelah keluar, gak lama kemudian kami dipanggil lagi ke kantor. Mungkin HP kami mau di balikin, ehh gak taunya ternyata keadaan makin parah.

Bu Maria : "Ini ta HP kalian?"
Kami Berdua : "Iya bu"
Bu Maria : "Pak Faisal, ini HP yang dirampas dikembalikan kapan?"
Pak Faisal : "Di kembalikan setelah UN bu"
Saya : "Lho bu, kok habis UN, kan peraturannya kalau melanggar 1x dikembalikan, yang selanjutnya baru dikembalikan habis UN. Saya kan baru melanggar 1x"
Bu Maria : "Ya nggak tau, salah sendiri"

Dengan perasaan yang sangat kesal sekali, saya langsung keluar meninggalkan kantor dan diikuti teman saya. Saya langsung ke parkiran, ambil motor dan langsung tancap gas. Kebetulan saat itu masih pagi sekali dan masih gelap, jadi bisa ngebut ^_^ wussss!!!!. Sesampai di rumah, saya langsung melepas jaket dan tidur.

Akhirnya setelah terditur pulas, saya bangun juga. "Jam berapa sih sekarang?" Pikir saya sambil mencari HP. Saya teringat ternyata HP saya dirampas -_-, yaudah akhirnya keluar dari kamar dan melihat jam, ternyata jam 10 pagi. Berhubung masih pagi pengen tidur lagi, tapi seketika itu juga saya teringat  tugas membuat karya ilmiah.

Buka laptop, pasang modem, cari contohnya di Internet. Ber jam-jam saya mengerjakannya dengan bantuan ibu saya. Selagi mengerjakan, saya juga bercerita kepada ibu saya masalah HP yang dirampas, dan ibu saya akan mengambilnya beberapa hari lagi. HP itu memang harus diambil, soalnya 2 minggu lagi HP itu bakal saya wariskan kepada adik sepupu saya, karena 2 minggu lagi ayah saya pulang dari Korea dan saya diwarisi HP oleh ayah saya karena selama di Korea dia membeli HP baru. Jadi intinya, HP saya jadi milik adik sepupu, HP ayah jadi milik saya, dan ayah saya membeli HP baru.

Saya mengerjakannya karya ilmiah itu hingga sore dan pada akhirnya saya bosan juga, habisnya gak selesai-selesai dari tadi. Yaudah, akhirnya saya memutuskan untuk menulis cerpen yang sedang Anda baca ini. Dan tak lama kemudian saya tertidur, namun cerpennya juga masih belum selesai alias masih dalam tahap pembuatan.

Malamnya, saya mengerjakan tugas makalah yang belum selesai tadi. Sayangnya, tugas belum selesai juga dan perut saya mulai terasa lapar. Yaudah, akhirnya beli nasi goreng. (kebetulan saya sudah menulis cerpen nasi gorengnya, "Ada Apa Dengan Nasi Goreng" silakan kalo mau baca). Setelah beli nasi goreng, saya tidak melanjutkan tugas makalahnya, melainkan melanjutkan cerpen ini.

Besoknya, hari senin tanggal 16 November 2015. Saya berangkat ke sekolah, barusan aja memasuki gerbang sekolah, saya bertemu teman saya Dina, dia mengantarkan pesenan garskin saya, untuk penampakan garskinnya bisa dilihat diatas. Seminggu lalu saya mesen garskin ke dia, dan saat ini garskinnya sudah jadi. Malangnya nasib saya, garskinnya barusan dateng tapi HPnya dirampas.

Sesampai di kelas, saya bertemu dengan teman saya Rio, dan kayaknya dia masih memendam rasa marah yang kemarin, masalah HP yang belum dikembalikan. Akhirnya kami membuat beberapa rencana yang akan dilakukan jika HP itu tetap tidak dikembalikan. Rencananya dilakukan berurutan dan jika tidak dikembalikan maka dilanjutkan rencana berikutnya. Rencana itu antara lain :
  1. Meminta baik-baik.
  2. Meng-hack beberapa akun anak sekolah, dan mengganti covernya dengan tulisan "KEMBALIKAN HP KAMI".
  3. Menyalakan semua keran air yang ada di kamar mandi.
  4. Meracuni ikan disekolah dengan memberi makan gabus.
  5. Memetik daun tanaman sampai habis.
Memang kejam rencananya, apalagi rencana yang ke 2. Mau gimana lagi? sekolah yang buat peraturan, tapi dilanggar sendiri! Lagian kita berdua adalah anggota "Musasi Cyber Team" yang sudah lama pensi. Tapi tenang aja, kami tidak akan otak atik akunnya, hanya mengganti covernya.

Hari ini juga kami memulai rencananya, dimulai dari rencana 1. Kami coba minta baik-baik, namun masih gagal. Dan sialnya bagi teman saya, karena ternyata wali kelas saya menerima SMS dari Ibu teman saya yang kurang lebih isinya seperti :

"Assalamualaikum, maaf menganggu, Bu terimakasih sudah mengambil HP anak saya Daffa Fauzanrio. Karena dirumah selalu main HP........."

Kurang lebih begitu lah tulisannya, saya kurang tau, pokoknya intinya Ibunya malah senang kalau HP anaknya dirampas. Memang sial nasib dia. Maka saat itu juga kami memutuskan untuk melakukan rencana ke 2, yang kira kira kami lakukan pada hari Rabu, 18 Februari. Kami pun keluar dari kantor dengan rasa jengkel seperti kemarin.

Waktu demi waktu berlalu dengan biasa saja, hingga ada teman saya yang mengeluarkan tiner dari tasnya, "Ngapain tuh anak bawa tiner?" pikir saya, bau tinernya mencemari aroma kelas, akhirnya banyak anak anak yang keluar dari kelas. Saya dan beberapa teman saya keluar dan melihat kolam ikan sambil menunggu bau tinernya hilang. Ehh tiba tiba temen saya yang membawa tiner tadi ikutan melihat ikan. Sambil bercanda dia menempatkan botolnya yang berisi tiner tepat diatas kolam ikan seolah-olah ingin menuangkan tiner tersebut ke dalam kolam. Tiba tiba ada temen saya yang lain dan dia menendang tiner yang dibawa oleh teman saya, dan ....... tinernya pun tertuang kedalam kolam ikan, "Wih bakal mati nih ikan?" pikir saya. Tak lama, dateng lagi temen saya yang lainnya lagi, dia melempar pelet ikan ke dalam kolam yang terkena tiner. Ikannya pun memakan pelet tersebut. Peletnya mengapung, dan tinernya juga mengapung. Kesimpulannya itu ikan Sambil Makan Pelet Minum Tiner.

Memang aneh kejadian ikan dan tiner ini, meracuni ikan kan salah satu bagian dari rencana kami. Gagal deh meracuni ikan, tapi tak apa, anggap saja rencana kami yang satu ini sudah terlaksanakan.

Keesokan harinya, Selasa 17 November 2015. Tidak ada apa-apa yang menarik. Dan sepulang sekolah, saya menyempatkan diri untuk menulis cerpen ini. Handphone memang belum dikembalikan, seperti apa nanti kelanjutan cerita ini, saya tidak tau. TO BE CONTINUED.

LANJUTAN. Rabu, 18 Februari 2015. Ternyata hari ini ibu saya datang ke sekolah dan meminta HP saya, dan akhirnya dikembalikan juga ^_^. Masalah sudah selesai, semua rencana saya akan saya batalkan. Sesampai di rumah langsung saya lanjutkan cerpen yang sedang Anda baca ini.

THE END.

Artikel Terkait

Cerita Pendek 'Handphone Disita, Kami Tak Ingin Tinggal Diam'
4/ 5
Oleh